Awal bersih kembali bersih, wujud peduli siswa islami yang hakiki...walau panas terasa, keringat membasahi tubuh, selesai kegiatan semua bekerja membersihkan lingkungan labbaika
KBL Labbaika Samarinda
Jumat, 06 Mei 2016
Selasa, 03 Mei 2016
MATERI BAHAN AJAR Fisika Lingkungan materi Lingkungan Air
MATERI
BAHAN AJAR
Fisika Lingkungan materi Lingkungan
Air
Air adalah salah satu dari
ketiga komponen yang pembentuk bumi (zat padat, cair dan
atmosfer). Bumi dilingkupi air sekitar 70 % sedangkan sisanya 30% berupa
daratan. Udara sendiri mengandung zat cair (uap air) sekitar 15% dari tekanan
atmosfer. Tidak hanya di Bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat
pada kutub utara dan selatan planet Mars, dan di bulan-bulan Europa dan
Enceladus. Air bisa berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air
adalah satu-satunya zat yang secara alamiah terdapat di permukaan Bumi dalam
ketiga wujud tersebut. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) air
yang tersedia di Bumi. Kondisi air sebagian besar terdapat di lautan yaitu air
asin dan sisanya pada lapisan-lapisan es di kutub dan puncak-puncak gunung,
namun air juga bisa hadir dalam bentuk awan , hujan , sungai , air tawar ,
danau , dan lautan es. Dalam objek-objek tersebut air bergerak mengikuti sebuah
siklus air yang sebagaimana telah kita ketahui , yaitu : melewati penguapan ,
hujan , dan aliran air di atas permukaan tanah baik melalui perembesan air
dalam tanah kemudian menuju mata air , sungai , muara dan selanjutnya
kembali menuju laut.
Air berpengaruh besar bagi
kelangsungan semua makhluk hidup khususnya manusia. Manusia memanfaatkan air
dalam kehidupannya untuk berbagai hal , misalnya minum , mencuci , mandi ,
bahkan digunakan sebagai sumber pembangkit listrik. Akan tetapi air juga dapat
mendatangkan kerugian bagi manusia apalagi dalam jumlah yang sangat besar
seperti banjir. Pengelolaan sumber daya air yang tidak baik juga bisa
menyebakan kurangnya persediaan air , monopolisasi dan privatisasi , serta
membuka ruang konflik.
A. Pengertian Air
Air adalah suatu senyawa kimia H2O
yang sangat istimewa, didalam kandungannya terdiri dari senyawa Hidrogen (H2)
dan senyawa Oksigen (O2). Kedua senyawa yang membentuk air ini adalah komponen
pokok serta mendasar dalam memenuhi keperluan seluruh makhluk hidup di muka
bumi selain matahari.
B. Karakteristik Air
Air memiliki tiga karakteristik,
yaitu fisika, kimia dan biologi yang sangat mempengaruhi kualitas dari air
tersebut. Oleh karena itu, pengolahan air terpusat terhadap berbagai parameter
tersebut guna memperoleh air yang layak digunakan.
Karakteristik Fisika Air ,
adalah karakter pada air yang dapat Anda lihat langsung melalui kondisi air
tanpa harus melakukan penelitian yang lebih kompleks pada air tersebut.
Karakteristik fisik air ini meliputi :
- Bau dan rasa , yaitu yang dihasilkan oleh adanya mikroorganisme di dalam air seperti alga , senyawa H2S yang terbentuk dalam keadaan anaerobik , dan oleh adanya organik-organik tertentu.
- Kekeruhan , dapat terjadi akibat adanya bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan sisa pembuangan bahan oleh industri.
- Temperatur atau Suhu , suatu keadaan temperatur atau suhu pada air ketika terjadi peningkatan dapat menyebabkan menurunnya kadar oksigen yang terlarut. Akibatnya terjadi suatu degradasi anaerobik yang dampaknya akan menimbulkan bau yang tidak sedap.
- Warna , yaitu perubahan warna air akibat dampak dari mikroorganisme yang terkandung dalam air tersebut.
Karakteristik Kimia Air , adalah
kadar bahan kimia yang terdapat pada air, biasanya berasal dari alam dan
sebagian lagi akibat aktivitas makhluk hidup. Karakteristik kimia air ini
meliputi :
- pH , pembatasan pH dilakukan karena dapat mempengaruhi rasa , korosifitas air , dan efisiensi klorinasi. Beberapa senyawa asam dan basa lebih toksik dalam bentuk molekuler, dimana ketika disosiasi senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh pH. pH air dalam kondisi netral berkisar 6,5 – 8,5. Air yang memiliki pH rendah akan terasa asam contohnya air rawa (gambut), sedangkan air yan memiliki pH tinggi akan terasa pahit.
- DO (Dissolved Oxigen) , yaitu kadar jumlah oksigen terlarut yang berasal dari fotosintesis dan absorbsi atmosfer atau udara. Semakin banyak kadar jumlah DO maka kualitas air semakin baik.
- BOD (Bioligical Oxigen Demand) , yaitu banyaknya kadar oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan - bahan organik ( zat pencerna ) yang tersedia di dalam air dengan cara biologi.
- COD (Chemical Oxigen Demand) , yaitu banyaknya kadar oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan - bahan organik dengan cara kimia.
- Kesadahan , yaitu adalah kandungan mineral - mineral yang terdapat di dalam air yang pada umumnya ion Ca2+ ( Kalsium ) dan Mg2+ ( Magnesium ). Air yang memiliki kesadahan yang tinggi akan mempersulit penggunaan sabun. Kesadahan yang tinggi diakibatkan oleh adanya kadar residu terlarut yang tinggi dalam air.
- Senyawa - senyawa kimia beracun , kandungan besi (Fe) dalam air bersih akan menimbulkan aroma ligan , memunculkan warna koloid merah ( karat ) akibat oksidasi oleh oksigen terlarut yang dapat menjadi racun bagi manusia. (Farida, 2002).
Karakteristik Biologi Air , digunakan
untuk mengukur kualitas air untuk dikonsumsi. Parameter yang digunakan adalah
mikroorganisme yang terkandung. Semakin banyak mikrooranisme yang terdapat pada
air tentu tidak layak untuk diminum. Pada air limbah terkandung bakteri yang
sangat berbahaya bagi kesehatan. Bakteri yang digunakan sebagai indikator
adalah bakteri E-Coli. Berbagai macam organisme hidup dalam air lebih
banyak ditemukan pada air permukaan daripada air tanah, sebab proses
penyaringan oleh lapisan tanah. Jenis-jenis organisme yang terdapat dalam air
meliputi organisme mikroskopik dan makroskopik. (Suripin, 2002) Organisme
mikroskopik seperti bakteri dan coliform dapat ditemukan dalam air. Bakteri
yang hidup di perairan umumnya uniseluler , tidak memiliki klorofi l,
berkembangbiak dengan pembelahan sel secara transversal atau biner , sebagian
besar (± 80%) berbentuk batang. Secara umum hidupnya saprofitik pada sisa
buangan hewan dan tanaman yang telah mati, ada juga yang bersifat parasitik
pada hewan dan manusia sehingga menimbulkan penyakit. Organisme makroskopik
seperti ganggang dan rumput laut dapat menurunkan kualitas air dalam faktor
rasa , warna , dan bau. Namun dapat dihilangkan dalam proses purifikasi.
Keberadaan ikan dalam air dapat mengendalikan pertumbuhan organisme mikroskopik
ataupun mikroskopik. (Suripin, 2002).
C. Pembagian Air
1. Berdasarkan Sumbernya
Menurut (Sutrisno, 2004),
sumber-sumber air meliputi :
a. Air Laut
Lebih dari 80% air yang berada di
alam adalah air laut. Air laut menentukan iklim serta kehidupan di bumi. Kadar dan
komponen unsur di dalam air laut ditentukan sejumlah reaksi kimia , fisika ,
serta biologi yang terjadi di samudera.
Faktor yang mempengaruhi kadar garam
air laut
- Penguapan , semakin besar penguapan air laut maka semakin besar pula salinitasnya. Salinitas adalah jumlah total material terlarut yang terkandung dalam 1 kg air laut (dinyatakan dalam gram). Satuan salinitas : 0/00 (per mil). Contohnya pada Laut Merah
- Curah Hujan , semakin banyak curah hujan yang terjadi maka semakin rendah salinitasnya. Contohnya pada Laut Indonesia
- Penambahan air tawar akibat pencairan es , semakin banyak es yang mencair maka air laut akan sedikit terasa asam, akibatnya nilai salinitasnya juga rendah.
- Jumlah sungai yang mengalir kelaut.
Warna Air Laut
- Endapan dan organisme. Contohnya yang terjadi pada Laut Kuning karena pengaruh lumpur loss yang berwarna kuning yang dibawa sungai - sungai kuning, Laut Merah karena pengaruh ganggang merah ( alga merah ) yang memantulkan warna merah , Laut Hitam karena pengaruh endapan tanah loss dari Rusia yang berwarna hitam.
- Pemantulan sinar matahari oleh laut.
Jenis - jenis Air Laut
Berdasarkan cara terjadinya :
- Laut Transgresi ( laut yang meluas ), terjadi akibat adanya perubahan permukaan laut secara positif ( meluas ). Perubahan permukaan ini terjadi akibat naiknya permukaan air laut atau kondisi daratannya yang turun. Perubahan ini terjadi pada zaman es. Contoh laut jenis ini adalah laut Jawa, laut Arafuru dan laut Utara.
- Laut Ingresi, adalah laut yang terjadi akibat adanya penurunan tanah di dasar laut. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. Lubuk laut atau basin adalah penurunan di dasar laut yang berbentuk bulat. Contohnya lubuk Sulu, lubuk Sulawesi, lubuk Banda dan lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog adalah penurunan di dasar laut yang bentuknya memanjang. Contohnya palung Mindanau yang dalamnya mencapai 1.085 m.
- Laut Regresi, adalah laut yang menyempit. Penyempitan terjadi akibat adanya pengendapan oleh batuan seperti pasir dan lumpur yang dibawa oleh sungai - sungai yang bermuara di laut tersebut. Penyempitan laut sering tejadi di pantai utara pulau Jawa.
Berdasarkan Letaknya :
- Laut tepi ( laut pinggir ) adalah laut yang terletak di tepi benua ( kontinen ) serta seakan - akan terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau - pulau. Contohnya laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan Filipina.
- Laut pertengahan adalah laut yang terletak di antara benua - benua. Kondisi Lautnya dalam dan memiliki gugusan pulau - pulau. Contohnya laut Tengah yang terletak di antara benua Afrika - Asia dan Eropa , dan laut Es Utara yang terletak di antara benua Asia dan Amerika.
- Laut pedalaman adalah laut yang hampir keseluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya laut Kaspia, laut Hitam dan laut Mati.
Berdasarkan Kedalamannya :
- Zona Lithoral adalah wilayah pantai alias pesisir atau shore. Di wilayah ini pada saat air pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan. Oleh sebab itu wilayah sering disebut juga disebut wilayah pasang - surut.
- Zona Neritic ( wilayah laut dangkal ) adalah batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini tetap dapat menerima sinar matahari sehingga pada wilayah ini sangat banyak terdapat beberapa jenis makhluk hidup baik hewan ataupun tumbuh - tumbuhan. Contohnya pada laut Jawa , laut Natuna , dan selat Malaka.
- Zona Bathyal ( wilayah laut dalam ) adalah wilayah laut yang mempunyai kedalaman antara 150 m sampai 1800 m. Pada wilayah ini sinar matahari tidak dapat tembus, akibatnya organisme tidak sebanyak seperti yang terdapat pada wilayah Neritic.
Proses Terbentuknya Air Laut
Laut menurut sejarahnya terbentuk
lebih dari 4,4 milyar tahun yang lalu. Atmosfer bumi tertutup oleh debu - debu
vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari menuju ke bumi.
Dampaknya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan.
Hujan inilah yang mengisi cekungan - cekungan di bumi sampai terbentuklah
lautan.
b. Air
Atsmosfer ( Hujan )
Air di atmosfer tersedia dalam
bentuk uap air. Uap air berasal dari proses evaporasi ( penguapan ) baik yang
berasal dari laut , danau , sungai , tanah, bahkan dari permukaan tubuh makhluk
hidup atau permukaan daun tumbuhan. Kemudian uap - uap air tersebut terkumpul
dan membentuk awan. Pada saat awan-awan ini bergerak mengikuti pola angin,
kelembapan udara menyebabkan suhu menjadi dingin selanjutnya uap - uap air akan
terkondensasi menjadi tetes - tetes air dan jatuh menjadi air hujan maupun
salju.
Jenis -
jenis Air Atsmosfer ( Hujan )
Berdasarkan terjadinya :
- Hujan siklonal adalah hujan yang terjadi akibat udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
- Hujan zenithal adalah hujan sering terjadi pada daerah sekitar equator akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan - gumpalan awan dan berdampak awan menjadi jenuh serta turunlah hujan.
- Hujan orografis adalah hujan yang terjadi akibat angin yangmengandung uap air yang bergerak secara horizontal mengakibatkan Angin tersebut naik menuju pegunungan , suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
- Hujan frontal adalah hujan yang terjadi saat massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa tersebut dinamakan bidang front. Karena massa udara dingin lebih berat berada di bawah. Di sekitar front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
- Hujan muson adalah hujan yang terjadi akibat Angin Musim ( Angin Muson ). Penyebab terjadinya Angin Muson merupakan akibat adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi pada bulan Oktober hingga April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi pada bulan Mei hingga Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.
Berdasarkan butirnya :
- Hujan gerimis, yaitu memiliki diameter butiran kurang dari 0,5 mm.
- Hujan salju, yaitu terdiri dari kristal - kristal es yang suhu atau temperaturnya berada dibawah 0° Celsius.
- Hujan batu es, yaitu curahan batu es yang turun ketika kondisi cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius.
- Hujan deras, yaitu curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celsius dengan diameter ±7 mm
Jenis
Hujan Berdasarkan Curah Hujan
- Hujan sedang : 20 – 50 mm per hari.
- Hujan lebat : 50-100 mm per hari.
- Hujan sangat lebat : di atas 100 mm per hari.
Proses Terjadinya Hujan
Proses terjadinya hujan disebut juga
sebagai siklus hidrologi. Diawali dengan air di permukaan bumi yang menguap
akibat terkena cahaya matahari. Proses ini kemudian naik ke atas dan membentuk
awan. Awan kemudian bergerak oleh adanya tiupan angin. Selanjutnya awan
mengalami kondensasi dan turunlah titik - titik air sebagai hujan.
c. Air
Permukaan
Air permukaan merupakan air yang
mengalir atau yang terkumpul di cekungan permukaan bumi yang berasal dari mata
air , air hujan , dan lelehan salju yang mencair. Air permukaan banyak
digunakan untuk berbagai kebutuhan, antara lain untuk diminum , keperluan rumah
tangga , irigasi , pembangkit listrik , industri, dan sebagainya. Pada umumnya
terdapat beberapa pengotoran pada air permukaan selama pengalirannya, misalnya
oleh lumpur , pelapukan batang - batang kayu , daun - daun , limbah industri
perkotaan dan sebagainya. Beberapa pencemaran ini , untuk masing - masing air
permukaan berbeda - beda , tergantung pada kondisi daerah yang menjadi tempat
mengalirnya air permukaan tersebut.
d. Air
Tanah
Menurut ( Sutrisno, 2004 ) ,
air tanah terbagi atas 3 jenis, yaitu :
- Air Tanah Dangka , yaitu air tanah terjadi akibat daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan terhalang oleh penyaringan lapisan tanah , demikian pula dengan sebagian bakteri , jadi air tanah akan terlihat jernih namun lebih banyak mengandung zat kimia ( garam - garam yang terlarut) sebab melewati lapisan tanah yang memiliki unsur - unsur kimia tertentu untuk masing - masing lapisan tanah.
- Air Tanah Dalam , yaitu air tanah dalam pada umumnya termasuk bersih jika dilihat dari sisi biologinya , sebab selama pengalirannya air tanah mengalami penyaringan alami maka kebanyakan mikroba sudah tidak lagi didalamnya.
- Mata Air , yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya pada permukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, tidak dipengaruhi oleh musim dan kualitasnya sama dengan keadaan air tanah dalam.
Pembentukan Air Tanah
Air tanah adalah semua air yang
tersedia di bawah permukaan tanah pada lajur atau zona jenuh air ( zone of
saturation ). Air tanah terbentuk dari air hujan dan air permukan, yang meresap
( infiltrate ) mula-mula ke zona tidak jenuh ( zone of aeration ) dan kemudian
meresap makin dalam ( percolate ) sampai mencapai zona jenuh air dan menjadi
air tanah.
Air tanah merupakan salah satu fase
dalam siklus daur hidrologi, yakni sebuah peristiwa yang rutin berulang dari
urutan bagian yang dilewati air dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer ,
penguapan dari darat dan laut atau air pedalaman , pengembunan membentuk awan ,
pencurahan, pelonggokan dalam tanah atau badan air dan penguapan kembali (
Kamus Hidrologi, 1987 ). Dari daur hidrologi tersebut bisa dipahami bahwa air
tanah berinteraksi dengan air permukaan dan komponen - komponen lain yang
terlibat dalam siklus daur hidrologi tergolong bentuk topografi , tipe batuan
penutup , pemakaian lahan , tetumbuhan penutup , dan manusia yang berada di
permukaan. Air tanah dan air permukaan saling berkaitan dan berinteraksi.
Setiap aksi ( pemompaan , pencemaran dan lain-lain ) terhadap air tanah akan
memberikan reaksi kepada air permukaan , begitu juga sebaliknya.
2. Berdasarkan Analisis
Berdasarkan analisis air digolongkan
menjadi 3 ( tiga ) , yaitu :
- Air kotor atau air tercemar , yaitu air yang bercampur dengan satu atau beberapa campuran hasil buangan limbah.
- Air bersih , yaitu air yang telah terpenuhi sifat fisik , kimia, tetapi bakteriologinya masih belum terpenuhi. Air bersih ini dapat dijumpai dari sumur gali , sumur bor , air hujan , air sumber yang langsung dari mata air.
- Air minum , yaitu air yang telah terpenuhi sifat fisik , kimia , maupun bakteriologi dan level kontaminasi maksimum ( LKM ). Level kontaminasi maksimum meliputi kekeruhan , kandungan zat kimia organik dan anorganik, dan jumlah bakteri coliform.
Kumpulan Silabus Mapel di SMK TI Labbaika Berkaitan Lingkungan Hidup
Kumpulan Silabus Berkaitan Lingkungan Hidup
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
KELAS
: X
STANDAR KOMPETENSI : Berkomunikasi dengan bahasa
Indonesia setara
tingkat
Semenjana
KODE KOMPETENSI :
ALOKASI WAKTU : 148 × 45 menit
Kompetensi
Dasar
|
Materi
Pembelajaran
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Indikator
|
Penilaian
|
Alokasi
Waktu
|
Sumber/
Bahan/Alat
|
1.1 Menyimak untuk memahami
lafal, tekanan, intonasi, dan
jeda yang
lazim/baku dan yang tidak
|
· Membedakan lafal, tekanan, intonasi, dan
jeda
· Menyimak wacana dialog
· Mencatat
lafal, tekanan,
intonasi, dan
jeda dengan
berlatih
menyimak
· Mengenal ragam bahasa baku
|
· mencermati penggunaan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda dalam kalimat ragam lisan dan tulis.
· mempraktikkan pelafalan baku, penggunaan tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat dan bervariasi melalui latihan soal.
· menyimak penggunaan tekanan, intonasi, dan jeda dari rekaman
wawancara atau menyimak
pembacaan transkrip oleh guru atau menyimak materi rekaman wawancara yang diperagakan oleh
dua siswa.
· mengenal ciri-ciri, fungsi, dan berlatih memberi komentar mengenai penggunaan ragam bahasa baku.
|
· membedakan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim/baku
dan yang tidak
· mencatat lafal,
tekanan, intonasi,
dan jeda yang
lazim/baku dan yang tidak dari wacana
tulis mengenai
lingkungan hidup
· mengidentifikasi ciri-
ciri ragam bahasa baku
· memberi komentar terhadap lafal,
tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim/baku
dan yang tidak
|
Tes lisan Tes tertulis instrumen:
Uji Mandiri
Uji
Kelompok
Uji
Keterampilan
Berbahasa
|
5 Pertemuan
(10 × 45 menit)
|
Bahasa Indonesia SMK Tataran Semenjana
untuk Kelas X
karya Ahmad Iskak dan
Yustinah terbitan Erlangga 2008 halaman
1-18
Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai
Pustaka 2003
Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan
dan Pedoman umum
Pembentukan Istilah
terbitan Yrama Widya
Bandung 1991
Modul Keterampilan
Berbahasa oleh Djaya Tarigan terbitan
Universitas Terbuka Press 1997
|
MATA PELAJARAN : Fisika
KELAS
: X
STANDAR KOMPETENSI : Mengukur besaran dan menerapkan
satuannya
KODE KOMPETENSI : 1
ALOKASI WAKTU : 6 x 45 menit
KOMPETENSI
DASAR
|
MATERI PEMBELAJARAN
|
NILAI-
NILAI PBKB
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
INDIKATOR
|
PENILAIAN
|
ALOKASI WAKTU
|
SUMBER
BELAJAR
|
||
TM
|
PS
|
PI
|
|||||||
1.1 Menguasai konsep besaran dan satuannya
|
· Besaran
pokok dan besaran turunan
|
· Rasa Ingin Tahu
· Bersahabat/komuni katif
· Kerjasama
· Motivasi kuat
untuk sukses
|
· Berdiskusi tentang
7 besaran
pokok
dan satuannya
· Berdiskusi tentang
cara memperoleh
besaran
turunan dari
besaran
pokok
|
· Besaran pokok dan besaran turunan
dibandingkan
· Satuan besaran pokok diterapkan
dalam
Sistem
Internasional
|
· Tes tertulis
· Tes lisan
|
4
|
-
|
-
|
· Buku pelajaran
Fisika SMK dan MAK Jilid X
Erlangga
· LKS
· Internet
|
1.2 Menggunakan
alat ukur
yang
tepat
untuk mengukur suatu besaran fisis
|
· Pengukuran dan alat
ukur
|
· Gemar
membaca
· Kerja Keras
· Rasa ingin Tahu
|
· Membaca literatur tentang pengukuran
· Mengamati dan
mempelajari alat-
alat ukur
(massa,
panjang, waktu,
suhu, kuat arus listrik)
· Menyiapkan
bahan yang
ada
disekitar siswa
(lebar daun, tinggi pohon, panjang
daun, , balok kayu dan lain-lain)
· Mengukur dan
mencatat hasil
pengukuran
· Mengolah dan
menyajikan data
hasil pengukuran
dalam bentuk grafik
|
· Instrumen disiapkan
secara tepat serta
pengukuran
dilakukan dengan benar berkaitan
dengan
besaran pokok panjang, massa, waktu, dengan mempertimbangkan aspek ketepatan
(akurasi), kesalahan
matematis yang memerlukan kalibrasi, ketelitian (presisi) dan
kepekaan
(sensitivitas)
· Nilai yang
ditunjukkan
alat ukur dibaca secara
tepat, serta hasil
|
· Observasi/
pengamatan
· Laporan prakti kum
|
2
|
-
|
· Penggaris,
· Jangka sorong
· Mikrometer
sekrup
· Benda yang
diukur
· Buku pelajaran
· LKS
|
|
MATA
PELAJARAN : BAHASA INGGRIS
KELAS/SEMESTER : X /
1 -
2
STANDAR KOMPETENSI : Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara LevelNovice
KODE KOMPETENSI :
ALOKASI WAKTU : 148 jam X 45 menit
KOMPETENSI DASAR
|
INDIKATOR
|
MATERI PEMBELAJARA N
|
KEGIATAN PEMBELAJARA
N
|
PENILAIAN
|
ALOKASI
WAKTU
|
SUMBER BELAJAR
|
||
T
M
|
P S
|
P I
|
||||||
1. 1 Memahami ungkapan-
ungkapan dasar pada
interaksi sosial untuk kepentingan kehidupan
|
· Ucapan salam
(greetings)
pada saat bertemu
dan
berpisah
digunakan secara tepat
· Memperkenalka n diri sendiri
dan orang
lain
diperagakan
dengan tepat
· Berbagai
ungkapan terima kasih
dan responnya
digunakan secara tepat
· Berbagai ungkapan
penyesalan dan permintaan
maaf serta
responnya
diperagakan
secara tepat
|
· Greetings
and leave takings
− Good morning.
−
How are you?
− I‟m fine,
thanks
−
See you later.
· Introducing
− May I introduce myself. I am
Budi.
− Ani, this is Ida.
− Nice to meet you.
· Thanking
− Thank you very
much.
− You are welcome.
· Apologizing
− I am sorry for ...
−
Please forgive me
..
· Grammar Review
− Personal Pronoun
(Subject &
possessive)
v I – my
v You – your
− Simple Present
Tense : to
be & Verb 1
|
· Listening
− About greetings,
introducing, thanking, leave
takings, and
apologizing
− Listening for
information
−
Matching pictures
· Speaking
− Saying greetings,
introducing, thanking, leave
takings, and
apologizing
− Role playing,
dialogues,
introducing,
thanking, leave
takings, and apologizing
· Reading for
information
− letters
−
passage
· Writing
− Completing
dialogues
−
Composing
letters
|
· Tes lisan:
- Memperagakan dialog secara
berpasangan
· Tes tertulis:
- Melengkapi dialog
- Answering questions
|
9
|
v Get Along
with English for
Vocational School
Grade
X Novice level
v Global Access to
the World of
Work
v English for
Hotel Services
v Grammar in
Use
|
||
MATA PELAJARAN : Ilmu
Pengetahuan
Alam
KELAS/SEMESTER : X/
1 dan
2
STANDAR KOMPETENSI
: Memahami
gejala-gejala alam
melalui pengamatan
KODE KOMPETENSI : 1
ALOKASI WAKTU : 64 x 45 Menit
KOMPETENSI
DASAR
|
MATERI PEMBELAJARAN
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
INDIKATOR
|
PENILAIAN
|
ALOKASI WAKTU
|
SUMBER BELAJAR
|
||
TM
|
PS
|
PI
|
||||||
1.1 Mengiden-
tifikasi
obyek
secara
terencana dan sistematis
untuk mempero- leh infor-
masi gejala alam
biotik
|
· Hakikat Ilmu
Pengetahuan
Alam (Sains)
· Keterampilan
proses sains
· Metode ilmiah
|
· Mendiskusikan pengertian
dan ciri ilmu pengetahuan
alam (sains).
· Mendiskusikan
perkembangan sains dan
teknologi di Indonesia saat
ini.
· Mendiskusikan dan
mengindentifikasi
keterampilan-keterampilan proses sains
yang
diperlukan untuk mempelajari metode
ilmiah.
· Mendiskusikan pengertian
metode ilmiah dan
mengidentifikasi langkah- langkah metode ilmiah beserta
contoh penerapannya.
|
· Menjelaskan pengertian dan ciri ilmu pengetahuan alam
(sains).
· Membuat laporan hasil diskusi mengenai
perkembangan sains dan
teknologi di Indonesia.
· Menjelaskan keterampilan proses sains
yang
diperlukan untuk mempelajari metode ilmiah.
· Memberikan contoh penerapan keterampilan
proses sains.
· Menjelaskan pengertian metode ilmiah dan langkah-
langkah metode ilmiah.
· Mengaplikasikan langkah-
langkah metode ilmiah.
|
· Tes tertulis
· Produk
· Tes tertulis
· Tes tertulis
· Observa- si kinerja
· Produk
|
16
|
20
(40)
|
· Buku Ilmu
Pengeta-
huan Alam
untuk SMK dan MAK kelas X
karya Tia
Mutiara,dkk terbitan
Erlangga
2008
halaman 1-
17
· Lingkungan
sekitar
· Sumber
Informasi lain: koran, majalah,
website
internet, dll
|
|
Keterangan:
TM : Tatap Muka
PS : Praktik di Sekolah (2 jam praktIk
di
sekolah setara dengan 1 jam tatap muka) PI : Praktek di Industri (4 jam praktIk di Du/Di setara dengan 1 jam tatap muka)
KOMPETENSI
DASAR
|
MATERI PEMBELAJARAN
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
INDIKATOR
|
PENILAIAN
|
ALOKASI WAKTU
|
SUMBER BELAJAR
|
||
TM
|
PS
|
PI
|
||||||
· Keanekaraga-
man
makhluk hidup
· Klasifikasi
makhluk hidup
|
· Melakukan penelitian
mengenai pertumbuhan
tanaman dengan
menerapkan langkah-
langkah metode ilmiah.
· Melakukan pengamatan terhadap keanekaragaman makhluk hidup di lingkungan sekitar.
· Mengidentifikasi macam-
macam tingkat
keanekaragaman makhluk
hidup.
· Mendiskusikan keunikan keanekaragaman makhluk hidup di Indonesia dan
manfaatnya.
· Mendiskusikan pengaruh
kegiatan manusia terhadap keanekaragaman makhluk hidup.
· Mendiskusikan manfaat
dan dasar klasifikasi
makhluk hidup.
· Mengidentifikasi sistem-
sistem klasifikasi makhluk makhluk hidup yang dibuat manusia.
· Mengidentifikasi kingdom-
kingdom makhluk hidup
|
· Membuat laporan
penelitian mengenai
pertumbuhan
tanaman.
· Mempresentasikan hasil
penelitian mengenai pertumbuhan
tanaman.
· Mendeskripsikan keanekaragaman
makhluk hidup di lingkungan sekitar.
· Menjelaskan macam- macam
tingkat keanekaragaman
makhluk hidup.
· Menjelaskan keunikan keanekaragaman makhluk hidup di Indonesia dan
manfaatnya.
· Menjelaskan pengaruh kegiatan manusia terhadap
keanekaragaman makhluk
hidup.
· Menjelaskan manfaat dan
dasar klasifikasi makhluk hidup.
· Mengklasifikasikan makhluk
hidup di lingkungan sekitar berdasarkan ciri tertentu.
· Menjelaskan sistem-sistem klasifikasi makhluk hidup.
|
· Tes tertulis
· Tes tertulis
· Produk
|
· Buku Ilmu Pengeta-
huan Alam untuk SMK
dan MAK kelas X karya Tia
Mutiara,dkk terbitan
Erlangga
2008
halaman
19-52
· Lingkungan
sekitar
· Sumber
Informasi lain: koran,
majalah,
website internet, dll
|
||||
KOMPETENSI
DASAR
|
MATERI PEMBELAJARAN
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
INDIKATOR
|
PENILAIAN
|
ALOKASI WAKTU
|
SUMBER BELAJAR
|
||
TM
|
PS
|
PI
|
||||||
· Peranan
mikroorganis-
me
(virus, bakteri, protista, dan jamur) dalam
kehidupan
manusia
|
berdasarkan klasifikasi
kingdom yang telah dibuat manusia.
· Mendiskusikan tata cara
penamaan ilmiah makhluk
hidup.
· Mendiskusikan ciri dan
peranan berbagai jenis mikroorganisme (virus,
bakteri, protista, dan
jamur) dalam kehidupan
manusia.
· Melakukan pengamatan terhadap bentuk bakteri,
protozoa, dan algae.
· Melakukan praktikum membuat nata de coco, yoghurt, dan tape ketan.
|
· Menjelaskan kingdom- kingdom makhluk hidup.
· Menjelaskan tata cara penamaan ilmiah makhluk
hidup.
· Menjelaskan ciri dan
peranan virus, bakteri,
protista, dan jamur dalam
kehidupan manusia.
· Menyebutkan contoh jenis virus, bakteri, protista , dan jamur yang menguntungkan
manusia beserta manfaatnya.
· Menyebutkan contoh jenis virus, bakteri, protista, dan
jamur yang merugikan
manusia beserta
kerugian yang ditimbulkannya.
· Mengaplikasikan peranan bakteri
dan jamur dalam
menghasilkan bahan pangan.
|
· Tes tertulis
· Observa- si kinerja
· Produk
|
· Buku Ilmu Pengeta-
huan Alam untuk SMK
dan MAK kelas X karya Tia
Mutiara,dkk terbitan
Erlangga
2008
halaman
53-72
· Lingkungan
sekitar
· Sumber
Informasi
lain: koran,
majalah,
website internet, dll
|
||||
1.2 Mengiden- tifikasi
obyek
|
· Struktur bumi dan komponennya
|
· Mengidentifikasi struktur bumi dan mendiskusikan
peristiwa-peristiwa alam
|
· Menjelaskan struktur bumi dan peristiwa-peristiwa alam
yang menyebabkan
|
· Tes tertulis
|
16
|
12
(24)
|
· Buku Ilmu Pengeta-
huan Alam
|
|
KOMPETENSI
DASAR
|
MATERI PEMBELAJARAN
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
INDIKATOR
|
PENILAIAN
|
ALOKASI WAKTU
|
SUMBER BELAJAR
|
||
TM
|
PS
|
PI
|
||||||
secara
terencana dan sistematis untuk
mempero- leh infor-
masi gejala alam
abiotik
|
(air, tanah,
dan batuan)
· Tektonisme, vulkanisme,
gempa, dan
tsunami sebagai
gejala-gejala
alam yang mengubah bentuk permukaan bumi
· Rotasi dan revolusi bumi
· Matahari,
bulan, planet,
komet, steroid,
dan meteor sebagai benda langit
· Cuaca dan iklim
|
yang menyebabkan
perubahan bentuk
permukaan bumi.
· Melakukan studi literatur dan mendiskusikan peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Indonesia.
· Melakukan diskusi mengenai air, tanah, dan
batuan sebagai komponen bumi.
· Melakukan pengamatan terhadap daya serap air oleh jenis tanah yang berbeda.
· Mendiskusikan peristiwa rotasi dan revolusi bumi serta pengaruhnya
terhadap kehidupan di
bumi.
· Mengidentifikasi dan
mendiskusikan beberapa
benda langit yang ada di
tata surya.
· Mendiskusikan pengertian
cuaca dan iklim.
· Mengidentifikasi dan mendiskusikan unsur-
unsur cuaca.
|
perubahan bentuk
permukaan bumi.
· Membuat laporan hasil diskusi mengenai peristiwa gempa dan tsunami yang
terjadi di Indonesia.
· Mempresentasikan hasil diskusi mengenai peristiwa gempa dan tsunami yang
terjadi di Indonesia.
· Menjelaskan fungsi, sifat, dan jenis-jenis air, tanah, dan batuan yang ada di bumi.
· Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi bumi serta pengaruhnya terhadap kehidupan di bumi.
· Menjelaskan beberapa
benda langit yang ada di
tata surya.
· Menjelaskan pengertian cuaca dan iklim.
· Menjelaskan unsur-unsur
cuaca.
|
· Obser-
vasi kinerja
· Produk
· Tes tertulis
· Tes tertulis
· Tes tertulis
· Observa-
|
untuk
SMK
dan MAK kelas X
karya Tia
Mutiara,dkk terbitan
Erlangga
2008
halaman
73-111
· Lingkungan
sekitar
· Sumber
Informasi lain: koran,
majalah,
website
internet, dll
· Buku Ilmu Pengeta-
huan Alam untuk SMK
dan MAK
|
|||
KOMPETENSI
DASAR
|
MATERI PEMBELAJARAN
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
INDIKATOR
|
PENILAIAN
|
ALOKASI WAKTU
|
SUMBER BELAJAR
|
||
TM
|
PS
|
PI
|
||||||
· Melakukan pengamatan
cuaca di lingkungan
sekitar.
· Mengidentifikasi
pembagian iklim bumi.
· Mendiskusikan dampak perubahan iklim
bumi yang
sedang terjadi saat ini.
|
· Menyimpulkan kondisi
cuaca di lingkungan sekitar.
· Menjelaskan pembagian
iklim bumi.
· Mengidentifikasi sebab dan dampak perubahan iklim bumi.
· Membuat laporan hasil diskusi mengenai dampak
perubahan iklim
bumi yang
sedang terjadi saat ini.
|
si kinerja
· Produk
|
kelas X
karya Tia
Mutiara,dkk terbitan
Erlangga
2008
halaman
113-128
· Lingkungan
sekitar
· Sumber
Informasi lain: koran, majalah,
website internet, dll
|
|||||
Mata Pelajaran : IPS Kelas/Semester : X/1
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Komentar (Atom)






